Harga Minyak Naik 2% Setelah Trump Batal Kirim Utusan ke Pakistan – Negosiasi Iran-AS Gagal, Selat Hormuz Memanas | Langit Eastern

Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 2% setelah rencana negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali gagal. President Donald Trump secara mendadak membatalkan keberangkatan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad, Pakistan. Penyebab pembatalan: terlalu banyak waktu terbuang dan kekacauan di internal kepemimpinan Pakistan.
Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 2% menjadi US$ 107,89 per barel pada pukul 18:27 waktu setempat. Minyak mentah AS juga melonjak lebih dari 2% ke level US$ 96,63 per barel. Kenaikan ini dipicu langsung oleh gagal nya putaran kedua negosiasi AS-Iran yang awalnya diagendakan di Islamabad.
Situasi di jalur laut strategis semakin memanas. Garda Revolusi Iran dilaporkan menghadang dua kapal kargo di dekat Selat Hormuz. Selat ini merupakan titik lalu lintas minyak dunia yang krusial. Setiap gangguan di area ini bisa menggerakkan harga energi global secara signifikan.
Trump melalui Truth Social menegaskan bahwa AS memegang kendali penuh atas Iran. “Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Lagi pula, terjadi pertikaian hebat dan kebingungan di dalam jajaran ‘kepemimpinan’ mereka,” tulisnya. Ia juga menambahkan: “Kita memegang semua kartu as (all the cards). Kalau mereka mau bicara, tinggal telepon saja!” Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, memastikan bahwa tidak ada rencana pertemuan antara Iran dan AS.