MacBook Neo Laptop ‘Budget’ dari Apple Resmi Menghantam Pasar
Apple akhirnya menutup rangkaian peluncuran produk musim semi 2026 dengan sebuah kejutan yang selama ini hanya menjadi buah bibir di forum teknologi: MacBook Neo. Mengambil slot “One More Thing” di puncak acara Apple Experience di New York, Shanghai, dan London, perangkat ini bukan sekadar pembaruan rutin. MacBook Neo adalah pernyataan agresif Apple untuk mendominasi segmen entry-level yang selama ini dikuasai oleh Chromebook dan laptop Windows murah.
Dengan harga pembuka di angka $599 (sekitar Rp9 jutaan), MacBook Neo resmi menyandang gelar sebagai MacBook termurah yang pernah diproduksi. Langkah ini menandai pergeseran strategi besar bagi raksasa Cupertino tersebut. Alih-alih hanya mengandalkan model lama yang didiskon (seperti MacBook Air generasi sebelumnya), Apple kini menghadirkan perangkat yang benar-benar baru, dirancang khusus untuk pelajar, mahasiswa, dan pengguna yang baru ingin mencicipi ekosistem macOS tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Desain Nostalgia dengan Material Masa Depan
Secara visual, MacBook Neo membawa kita bernostalgia ke era MacBook Unibody. Desainnya tidak mengacu pada tren super tipis milik MacBook Air modern, melainkan lebih berisi dengan sudut-sudut melengkung (rounded) yang ikonik. Namun, jangan terkecoh oleh tampilan klasiknya; material yang digunakan adalah 100% recycled aluminum, membuktikan komitmen lingkungan Apple tetap menjadi prioritas bahkan di produk termurahnya.
Absensi Notch di layar 13 inci Liquid Retina-nya mungkin akan disambut gembira oleh para purist. Meskipun bezelnya terlihat lebih tebal dibandingkan lini Pro, Apple tetap menyematkan kamera 1080p FaceTime HD yang mumpuni untuk kebutuhan hybrid learning atau rapat virtual. Tersedia dalam empat warna berani—Silver, Blush, Citrus, dan Indigo—MacBook Neo tampil lebih ‘fun’ dan ekspresif, menjauh dari kesan kaku perangkat profesional.
Jantung iPhone di Tubuh Mac: Kekuatan Chip A18 Pro
Kejutan teknis terbesar terletak di bawah kap mesinnya. MacBook Neo menjadi Mac pertama yang mengadopsi chipset dari lini iPhone, yakni A18 Pro. Keputusan ini sangat masuk akal dari sisi efisiensi produksi dan performa. Dengan 6-core CPU dan 5-core GPU yang mendukung hardware-accelerated ray tracing, laptop ini sanggup menjalankan tugas produktivitas harian hingga memainkan game kelas konsol (AAA) yang tersedia di App Store.
Meskipun hanya dibekali RAM 8GB di model basisnya, Apple mengklaim optimasi pada macOS terbaru tetap mampu menjalankan fitur-fitur Apple Intelligence dengan lancar. Efisiensi chip berbasis ponsel ini juga memberikan daya tahan baterai yang impresif hingga 16 jam. Pengguna harus memperhatikan bahwa pengisian daya dilakukan via USB-C (20W) tanpa kehadiran MagSafe, sebuah kompromi kecil demi menekan harga jual.