Jack Dorsey, pendiri sekaligus bos perusahaan pembayaran Block, baru saja mengambil keputusan besar yang mengejutkan industri teknologi. Block, perusahaan induk dari Square, Cash App, dan Tidal, resmi memangkas sekitar 4.000 karyawannya atau hampir separuh dari total pekerja mereka di seluruh dunia. Langkah ini secara drastis menyusutkan jumlah staf dari 10.000 orang menjadi hanya di bawah 6.000 pekerja.
Menariknya, pasar justru menyambut positif efisiensi ekstrem ini. Tak lama setelah pengumuman tersebut, harga saham Block melonjak hingga 24% dalam perdagangan setelah jam kerja. Fenomena ini menunjukkan bahwa para investor saat ini lebih menyukai perusahaan yang ramping dan menguntungkan daripada perusahaan besar dengan biaya operasional yang membengkak.

Strategi “pembersihan” besar-besaran ini mengingatkan publik pada langkah Elon Musk saat merombak Twitter (sekarang X) pada akhir 2022 lalu. Dorsey memang dikenal memiliki hubungan unik dengan Musk, bahkan ia tetap menjadi salah satu investor di X. Kini, Dorsey seolah mengikuti jejak Musk dengan membuktikan bahwa perusahaan teknologi bisa tetap berjalan kencang meski dengan tim yang jauh lebih sedikit.
Alasan utama di balik PHK massal ini adalah pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI). Amrita Ahuja, selaku petinggi keuangan Block, menjelaskan bahwa pengurangan staf ini dilakukan agar perusahaan bisa bergerak lebih gesit. Peran-peran yang sebelumnya dikerjakan manusia kini mulai digantikan oleh sistem otomatisasi AI yang diklaim jauh lebih efisien dan hemat biaya.
Dorsey sendiri menyebut bahwa langkah pahit ini perlu diambil sekarang daripada menunggu kondisi memburuk di masa depan. Ia memprediksi bahwa dalam satu tahun ke depan, banyak perusahaan teknologi lain akan melakukan hal yang sama. Baginya, lebih baik jujur sejak awal dan melakukan perubahan secara mandiri daripada dipaksa oleh keadaan ekonomi yang tidak menentu.